Novel Single In Love, bak Sinta Yudisia, mengambil latar belakang romantika kehidupan perempuan dengan berbagai dinamika kehidupan sebagai perempuan di era millenial, termasuk keadaan kehidupan asmaranya.
Sekilas Tentang Novel Single in Love
Kemasan konflik hubungan perempuan dan pria dalam ikatan rumah tangga, pergulatan hati seorang perempuan dalam menjalani perjalanan romantika kehidupannya, dipadu dan diramu dengan sangat menarik serta elegan oleh pengarangnya.
Latar belakang Sinta Yudisia, yang juga seorang psikolog perkawinan, tentu merupakan modal utama untuk menciptakan karya fiksi, yang kaya dengan warna berbagai problem rumah tangga. Latar belakang itu tentunya menjadikan novel Single In Love, kemungkinan besar akan dekat dengan kehidupan nyata sebagian besar perempuan dalam era millenial.
Kisahnya diharapkan tidak hanya menjadi sekedar sebuah fiksi yang mampu membawa pembacanya larut dalam jalinan romantika kisah yang sangat menarik. Akan tetapi juga diharapkan, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan nyata.
Bahagia Tak Harus Berdua
Namun, mereka menemukan ketidakbahagiaan ketika memiliki pasangan jiwa.
Beberapa pertanyaan muncul mengapa semuanya bisa terjadi:
Apakah suami merasa ketakutan jika istrinya lebih superior atau lebih berkuasa? Apakah dia yang memang memiliki insting berkuasa?
Berangkat dari setiap masalah yang mereka hadapi, ternyata sendiri memang lebih menentramkan hati.
Sendiri ternyata tak selalu menjadi kesepian. Bagi seorang wanita apalagi yang memang sudah sejak awal memiliki kesuksesan, menjadi single bukanlah akhir dari segalanya.
Wanita mendapatkan ketenangan dengan kesendiriannya.
Namun ...
Banyak hal yang harus dipertimbangkan antara tetap berpasangan atau memilih mengakhiri semuanya dan menjadi single kembali.
Single or Couple?
Setelah semua tujuan dalam hidup sudah tercapai, maka menikah dan membina sebuah keluarga pasti menjadi tujuan utama para wanita.
Termasuk wanita yang sudah mendapatkan kesuksesan dalam karirnya.
Begitulah kisah kakak beradik yang sama-sama ingin mendapatkan sosok pendamping yang baik.
Mereka berdua merupakan wanita-wanita yang sukses dalam karirnya.
Namun, sayangnya keinginan itu tidak sesuai. Pendamping mereka jauh dari apa yang diimpikan.
Lantas timbul pertanyaan di benak:
- Apakah laki-laki akan lebih suka menampakkan superioritasnya?
- Apakah laki-laki merasa terganggu dengan kesuksesan istrinya?
Menjadi single atau couple?
Jika sendiri lebih membawa kebahagiaan, kenapa tidak?
Atau bagaimana membuat sebuah keputusan hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kesendirian atau mengakhiri berpasangan.
Single is better?
Biasalah yaa, namanya juga perempuan. Nikah terlalu berumur, dibilang perawan tua. Nikah terlalu muda, dibilang kegatelan. Serba salah!
Back to topic
Selain menikah dengan orang yang dicintai dan mencintainya, perempuan zaman sekarang juga memikirkan yang namanya karier.
Pendidikan yang tinggi, job yang bagus, dan posisi yang mapan. Namun sayangnya, justru nggak semua lelaki bisa terima mendapatkan istri yang "lebih" darinya.
Hal itu pula yang sering memicu perselisihan di dalam rumah tangga.
Mungkin semacam perasaan "tersaingi" yang terpendam. Nggak mau mengakui, tapi memengaruhi.
Akhirnya, ribut, adu pendapat, mengalah, memendam emosi, dan lain sebagainya.
Lelaki itu juga memiliki "bahasa" dan sensitifitas tersendiri. Kita sebagai perempuan sekaligus pasangan hidup harus bisa belajar untuk membaca hal tersebut.
Jangan sampai, hal-hal seperti itu justru merusak "kesehatan" rumah tangga kita.
Seperti cerita di dalam novel Single In Love besutan Sinta Yudisia ini. Hanya karena karier, rumah tangga jadi terancam bubar!
Jika Sendiri Saja Sudah Bahagia, Lalu untuk Apa Berbagi dengan Pasangan?
Menjalani kehidupan bersama kekasih ternyata bukan pilihan mudah.
Dua kakak beradik yang keduanya adalah wanita masa kini. Sukses dalam kehidupan dan karirnya. Sebagai wanita pekerja, tentu saja kemandirian menjadi kebutuhan. Harus bisa melakukan apa-apa sendiri.
Sikap MANDIRI tadi ternyata sedikit banyak memutus rasa ketergantungan terhadap lelaki. Mandiri secara finansial dan kehidupan terkadang membuat wanita lupa kodratnya sebagai makmum dari imam seorang kepala keluarga.
Novel Single in Love milik Sinta Yudisia ini mampu mengaduk perasaan pembacanya. Setiap babnya menyentil sisi kewanitaan.
Dari novel ini kita kembali disadarkan bahwa dalam keluarga, suami tetaplah pemimpin.
Sinopsis Novel “SINGLE IN LOVE” Karya Sinta Yudisia
Tapi entah mengapa, memiliki pasangan jiwa tidak selalu menimbulkan kebahagiaan. Apakah suami menunjukkan superioritas ketika menghadapi istri yang melaju dalam kesuksesan? Takut akan keberhasilan dan dominasi perempuan? Apakah lelaki selalu memiliki insting berkuasa dalam segala medan kehidupan?
Kata Orion si bungsu, “lelaki itu sebetulnya punya perasaan lebih peka dari perempuan. Kalau mereka berkata terserah kepada istri, belum tentu maknanya betul-betul terserah. Itu dikatakan supaya tidak menyakiti perasaan istri. Lelaki lebih sensitif!”
Sendiri kadang terasa lebih menentramkan dibanding bersama. Single adakalanya lebih menenangkan daripada couple yang dipenuhi perselisihan, adu pendapat, pengorbanan, sikap mengalah.
Setiap manusia punya garis takdir masing-masing untuk menetapkan dirinya tetap utuh berdua, atau memilih sendiri berpisah. Hanya saja, sampai di titik mana keputusan untuk tetap bersama atau harus berpisah menjadi sebuah garis final?
Penulis sekaligus Psikolog yaitu Bunda Sinta Yudisia, meramu kisah-kisah rumah tangga, hubungan antar keluarga, saudara dan juga pekerjaan.
Posisi suami dan istri dalam mengambil setiap keputusan. Novel Single In Love ini begitu banyak memuat pembelajaran, melalui bahasa yang sederhana dengan kisah yang banyak dijumpai sehari-hari, namun penyelesaian dari sudut pandang yang berbeda.
Ingin kenalan dengan penulis Novel Single In Love? yuk kita lihat profil lengkap mba Sinta Yudisia Wisudanti
Mungkin kalau kita sebut nama Sinta Yudisia, banyak yang sudah tidak asing lagi. Terlebih para penggemar novel-novel fiksi, bisa jadi pengarang yang satu ini adalah pengarang favorit sahabat. Wanita kelahiran Yogyakarta, 18 Februari ini juga merupakan seorang psikolog, khususnya psikolog perkawinan. Ibu dari 4 orang anak ini cukup terkenal dengan produktifitasnya dalam menuliskan karya-karya fiksi.
Profil Lengkap Sinta Yudisia
Karya Sinta Yudisia
Berikut ini kumpulan karya-karya Sinta YudisiaFiksi/ Novel:
– Sebuah Janji (GIP)– The Lost Prince (GIP)
– Kekuatan Ketujuh (Beranda)
– Kuntum-kuntum Bunga (FBA Press)
– Ain & The Gank : Coz I Luv U (LPPH)
– Ain & The Gank : Gotcha! (LPPH)
– Melintasi Batas (Mizan)
– Langit Lembayung (Mizan)
– Armanusa (Mizan)
– Lafadz Cinta (Mizan) – Best Seller
– The Road to The Empire- Des 2008 (LPPH)
– Reinkarnasi –LPPH – terbit Agustus 2009
– Existere (LPPH –Juni 2010)
– Takhta Awan, sekuel The Road to the Empire (LPPH 2011)
– A Rose (2012, Indiva Publishing)
– Rinai ( 2012, Indiva Publishing)
– Bulan Nararya (2014, Indiva Publishing)
– Single in Love (2019, KMO Publishing)
Non Fiksi :
– Hi, Pretty : 30 hari menjadi cantik (GIP)– Rival-Rival Istri (LPPH)
– Kitab Cinta dan Patah Hati (2013, Indiva)
– Sketsa Cinta Bunda (2014, Indiva)
– Cinta x Cinta : Agar Masa Remaja Tak Sia-sia (Indiva Publishing 2015)
Buku Anak-anak :
– Ketika Upi Bertanya (GIP)– Janji Cici (GIP)
– Lulu Sayang Adik (GIP) – naik cetak 2x
– Bu Guru Sayang (GIP) – naik cetak 2x
Karya Duet :
– Gadis di Ujung Sajadah ; Bersama Izzatul Jannah (FBA Press)– Mempelai Tanpa Pengantin ; Bersama Fahri Asiza (LPPH)
Prestasi dan Penghargaan yang Pernah Diraih oleh Sinta Yudisia
- Juara II lomba menulis cerpen Islami majalah Annida, tingkat nasional, 2001 (Jalinan Kasih Yang Terkoyak)
- Juara II lomba cerpen Islami FLP, tingkat nasional, 2002 (Terbanglah Wahai Ababilku)
- Juara harapan I (kategori SMU) lomba penulisan buku cerita tingkat nasional, Departemen Agama, 2002 (Memetik Cahaya Bintang)
- Juara harapan II (kategori SD) lomba penulisan buku cerita tingkat nasional, Departemen Agama, 2002 (Lulu Sayang Adik)
- Juara II LMCI Annida, tingkat nasional, 2003 (Di Ujung Kota Jerash)
- Juara III Lomba Menulis Cerpen Islami GIP, 2003 (Di Puncak Cartenz Piramid)
- Juara I Lomba Menulis Novel Islami GIP, 2003 (Sebuah Janji)
- IBF Award untuk novel terbaik 2009 (The Road to The Empire)
- Nominator Novel Fiksi Terpuji Pena Award 2009
- Penulis Terpuji Pena Award 2009
- Juara I Lomba Essay Palestina tingkat Nasional, 2011
- 50 besar Novel terpilih Republika, 2011
- Takhta Awan, Novel Terpuji Pena Award, 2013
- Bulan Nararya, Juara III Tingkat Nasional 2013, Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
- Entitas Keluarga, Ayah Penakluk dan Kekuatan Komunitas ( Essay Harapan 1 tingkat Nasional, Penulisan Kebangsaan PKS 2014)
- Juara 3 tingkat Nasional Live Blog Competition XL 2015
Comments
Post a Comment